Sungguh Mulia, Vespa Tua Puluhan Juta Dijual Demi Bangun Masjid

Tekad Kamal sudah bulat untuk datang ke gelaran otomotif Tumplekblek 21-22 Juli di JIExpo Kemayoran. Dia memboyong Vespa-Vespa klasik orisinalnya dan menjualnya.

Dua di antaranya adalah Vespa orisinal keluaran tahunn 1970-an, yakni Sprint 78 dan Sprint 77. Harga jualnya bakal puluhan juta, dan uang itu akan diserahkan untuk pembangunan masjid.

“Yang saya sumbang yang Sprint 78 dan Sprint 77. Yang 78 full orisinal, kalau yang 77 kira-kira 80 persen,” ujar Kamal, yang juga usaha nasi kebuli.

Majelis masjid di Solo akan menerima dana ini utuh andaikata kedua Vespa-nya itu terjual. Lucunya, Kamal sendiri bukan orang Solo.

“Itu insya Allah akan disumbangkan untuk pembangunan masjid di Solo
Saya sendiri orang Jakarta. Cuma teman-teman banyak yang mobilnya juga dijual untuk hibah ke sana. Pesawat terbang juga, sampai mobil-mobil Hardtop (Toyota Land Cruiser),” kata dia.

Di majelis Nurul Huda itu, ia bersama teman penggemar Vespa sudah sering ke sana, dan sudah merasa dekat.

“Jadi bismillah, dari penjualan ini. Setiap tahun saya ke sana, menginap seminggu di sana,” kata pria yang mulai berjualan Vespa dengan modal awal Rp 300.000.

Dua Vespa itu sendiri dipajang bersama Vespa lain dari tahun-tahun yang berbeda.
Spesialisasinya adalah Vespa klasik transmisi manual. Klasik 60-an, 70-an, 80-an. Dari tahun 1961 sampai yang 2011, Exclusive.

“Harganya ini dari Rp 18,5 juta sampai Rp 55 juta. Yang paling mahal yang tahun 1966 Darling 50 S,” kata dia.

Lalu berapa total uang yang bisa diperoleh dan nantinya disumbangkan itu?

“Dua-duanya kalau dijual, yang (orisinal) Rp 50 juta, yang (Sprint 77) Rp 20 juta. Jadi total Rp 70 juta,” kata Kamal yang juga punya toko, restorasi, jual beli Vespa di Jalan Haji Kelik, Srengseng, Jakarta Barat, itu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *